SELAMAT DATANG DI WEBSITE KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN PEMALANG || MEMBANGUN ZONA INTEGRITAS MENUJU WILAYAH BEBAS KORUPSI DAN WILAYAH BIROKRASI BERSIH MELAYANI ||

Rangkaian Kegiatan Hari Santri di MTsN 1 Pemalang

2018-10-23 10:49:01

Pemalang – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang keempat, Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Pemalang melaksanakan upacara di halaman MTsN 1 Pemalang, Senin (22/10). Upacara diikuti oleh keluarga besar MTsN 1 Pemalang terdiri dari dewan guru, pegawai, dan para siswa. Kepala Madrasah Mimbar, S.Pd, M.Pd. bertindak sebagai inspektur upacara.

Pada kesempatan ini, Mimbar memberikan hadiah bagi santri Boarding School “Al-Ikhlas” MTsN 1 Pemalang bernama Ikhwan Naufal Arifin, siswa kelas VIII.2 sebagai penghafal Al-Qur’an terbaik putra. Naufal Arifin telah menghafal Al-Qur’an empat juz dalam kurun waktu 9 September 2017 s.d 20 Oktober 2018. Sementara penghafal Al-Qur’an terbaik putri diraih Olivia Naelis Saadah dari kelas VIII.2 yang telah menghafal AlQur’an 2 juz dalam kurun waktu yang sama.

Disamping penghafal Al-Qur’an, Mimbar juga memberikan hadiah bagi pembaca kitab kuning terbaik putra yang diraih oleh M. Arkan Kanza Al-Fatih dari kelas VIII.1. Dan untuk terbaik putri diraih oleh Miladia Nurul Aulia dari kelas VIII.2. Mimbar berpesan agar hafalan Al-qur’an semakin ditingkatkan sehingga mampu menghafal 30 juz.

Sebelumnya, sebagai rangkaian peringatan Hari Santri Nasional pada hari Minggu (21/10) jam 20.00 WIB diselenggarakan kegiatan dzikir, doa, shalawat dan tausiyah untuk kedamaian bangsa dan Negara. Kegiatan diikuti oleh segenap guru, dewan asatidz, dan para santri Boarding School “Al-Ikhlas” MTsN 1 Pemalang.

Acara dimulai dengan sholat Isya berjama’ah yang dipimpin oleh Ust. Syamsul Arifin Al-Hafidz dirangkaikan dengan dzikir dan do’a. Adapun pembacaan Sholawat Nariyah 11 kali bagi setiap jama’ah dipimpin oleh Drs. K.H. Mudasir Mas’ud, M.Ag. Sedangkan tausiyah disampaikan oleh Ust. Mashadi Irfan, S.Pd.I (pengajar Boarding School).

“Mari kita pahami perjuangan para santri dalam merebut kemerdekaan NKRI dan mengisinya dengan pembangunan mental spiritual. Santri juga harus berakhlakul karimah dan mencintai tanah air, karena cinta tanah air merupakan sebagian dari iman, khubbul wathon minal iman,” kata Mashadi Irfan. (izin/fi)